Personal Finance - TERNAK UANG by Raymond Chin
Faktanya, uang bisa menjadi sumber kebahagiaan. Hasil reset dari Princeton University tahun 2010 tentang studi uang dan kebahagiaan, menunjukan bahwa kita akan semakin bahagia dengan kekayaan yang meningkat, sampai titik 75.000 dollar per tahun atau sekitar 1 milliar rupiah per tahun.
Ternak Uang adalah salah satu kelas tentang keuangan dari Raymond Chin. Kelas Ternak Uang berisi banyak materi seputar dunia keuangan. Salah materi yang ada di kelas tersebut adalah materi personal finance. Berikut ini adalah rangkuman materi Personal Finance yang ada di Kelas Ternak Uang.
BASIC
1. Kenapa Perlu Mengatur Uang?
Sebelum kita belajar mengatur uang, mari kita cari tahu dulu alasan kuat dan mendasarnya dengan menggunakan kata tanya WHY. Dengan alasan yang mendasar ini, kita akan bertahan sampai garis finis.
Tanyakan kepada diri sendiri tentang alasan mengapa kita harus mengatur uang.
Mau terhindar dari jeratan inflasi? Ada barang yang ingin dibeli? Atau nggak mau uangnya berhenti ditabungan bank? Atau alasan lainnya?
Setiap orang mempunyai alasan yang berbeda beda, kita bisa cari tahu alasan mendasar yang ada didalam diri kita sendiri.
Pilihannya hanya dua, antara kita yang mengatur uang atau kita yang diatur oleh uang. Hampir seluruh aspek kehidupan kita berhubungan dengan uang. Sayangnya, mengatur uang nggak pernah diajarin di sekolah.
2. Financial Check Up
Mari kita cari tahu kondisi keuangan diri kita sendiri. Kita nggak bisa cari tahu solusi kalau kita nggak tau masalahnya dimana.
2.1 Income harus lebih besar dari Expense
Penghasilan harus lebih besar dari pengeluaran dan kita harus bisa mempunyai cashflow yang positif setiap bulannya.
2.2 Rasio menabung minimal 10% dari income
Misalnya gaji 5 juta per bulan, maka minimal bisa menabung 10% yaitu 500 ribu per bulan.
2.3 Dana darurat minimal 6x pengeluaran bulanan
Dana darurat adalah dana yang digunakan untuk berjaga-jaga kalau terjadi hal buruk di masa depan, misalnya dipecat dari pekerjaan, jatuh sakit, atau hp kita rusak. Idealnya kita harus mempunyai dana darurat 6x pengeluaran pokok bulanan.
2.4 Utang maksimal 30% dari asset
Utang adalah hal yang bisa membuat kita bangkrut dan jatuh miskin. Jumlah utang maksimal 30% dari semua asset yang kita punya. Jadi kalau terjadi hal buruk, kita bisa menjual asset kita untuk membayar seluruh utang.
2. 5 Cicilan utang maksimal 30% dari income
Idealnya cicilan yang dibayar setiap bulan tidak lebih dari 30% penghasilan, supaya kita nggak kerja cuma bayar utang.
3. Formula 50-30-20
Ada formula budgeting 50-30-20 dari Elizabeth Warren.
50% Penghasilan untuk Kebutuhan
- Makan pokok
- Biaya listrik, air, internet
- Transportasi
- Biaya sewa rumah/cicilan KPR
- Premi asuransi
- Sedekah dan amal ibadah
30% Penghasilan untuk Keinginan
- Belanja online
- Liburan
- Skincare
- Gadget baru
- Alat untuk upgrade skill
20% Penghasilan untuk Tabungan
- Tabungan bank
- Deposito
- Reksadana
- Saham
- P2P Lending
- Obligasi
4. Berdamai dengan Utang
Sebelum menabung atau investasi, kita harus fokus dulu untuk melunasi utang.
Secara umum, utang dibagi menjadi 2, yaitu utang produktif dan utang konsumtif.
Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk kegiatan yang mengasilkan uang seperti modal usaha, modal kerja, cicilan laptop, KPR (Kredit Kepemilikan Rumah)
Utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menghasilkan uang seperti Kartu Kredit, Cicilan HP, Paylater, KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).
Kita harus fokus dulu untuk melunasi utang konsumtif.
Adapun beberapa langkah untuk melunasi utang :
1. Jangan mengambil utang baru untuk melunasi utang sebelumnya
2. Hitung sesuai budget, misalnya mengalokasikan sekitar 40-50% gaji untuk melunasi hutang
3. Perlahan lunasi utang : dept avalanche dan snowball method. Dept Avalanche adalah fokus untuk melunasi utang yang memiliki bunga terbesar, sedangkan Snowball Method adalah fokus untuk melunasi utang dengan cicilan terkecil.
4. Cari yang tambahan dengan side job atau jual/sewa/gadai asset
PROTECTION
1. Piramida Keuangan
Pada piramida tersebut terdiri dari Keamanan Keuangan, Kenyamanan Kekayaan, dan Distribusi Kekayaan. Kita akan fokus dibagian keamanan keuangan atau financial protection.
Ada dua hal yang berkaitan dengan keamanan keuangan yaitu dana darurat dan asuransi. Ibarat membangun rumah, fondasi dasarnya harus kuat.
Dalam siklus kehidupan, ada dua level yaitu pre-retirement (sebelum pensiun) dan post-retirement (setelah pensiun)
2. Dana Darurat
Sebelum memulai berinvestasi kita harus menyiapkan dana darurat terlebih dahulu. Dana darurat berfungsi sebagai cadangan keuangan ketika terjadi hal buruk.
Untuk orang yang masih single atau belum berkeluarga, dana darurat minimal 6x pengeluaran pokok bulanan. Tapi kalau sudah mempunyai tanggungan keluarga, dana darurat minimal 9x sampai 12x dari pengeluaran pokok bulanan.
Untuk menyimpan dana darurat kita harus menggunakan instrumen keuangan yang paling aman yaitu Reksadana Pasar Uang. Emas dan Valas memiliki fluktuasi harga yang berubah-ubah sehingga kurang cocok untuk menyimpan dana darurat. Deposito berjangka sekitar satu bulanan, sehingga ketika kita membutuhkan dana darurat di tengah bulan, kita tidak bisa mencairkan uang tersebut.
3. Asuransi
Membeli asuransi artinya kita membeli proteksi. Asuransi adalah salah satu jalan untuk melindungi resiko-resiko yang tidak pasti di masa depan, seperti sakit, penyakit kritis, atau mungkin bertemu Tuhan.
Pemilihan asuransi tergantung pada usia dan tanggungan yang dimiliki. Terdapat 3 jenis asuransi yang bisa kita miliki yaitu asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi jiwa. Asuransi kesehatan adalah asuransi yang wajib dimiliki.
GOAL BASED INVESTING
1. Kesalahan Terbesar Financial Goal
Kalau tujuan kita sulit untuk dicapai, mungkin kita harus mundur satu langkah untuk mengevaluasi apakah tujuan yang kita tetapkan sudah ideal atau belum.
Salah satu cara untuk membuat tujuan yang ideal adalah dengan Teknik SMART (Spesifik, Measureable, Attainable, Realistic, dan Time)
- Spesifik, tujuan yang ditetapkan harus jelas dan spesifik. Kita bisa menggunakan 5W+1H untuk menentukan tujuan yang spesifik.
- Measureable, tujuan harus bisa diukur. Satuan ukur yang bisa digunakan untuk menentukan tujuan keuangan adalah waktu dan jumlah uang.
- Attainable, tujuan harus dibreakdown menjadi action kecil.
- Realistic, tujuan yang ditetapkan harus realistic dan tidak mustahil
- Time Bound, tujuan harus mempunyai batas waktu.
2. Time Value of Money
Bayangkan kamu menang undian, kemudian kamu disuruh memilih ditransfer secara langsung 100 juta, atau ditransfernya setelah satu tahun lagi sebesar 102 juta. Mana yang kamu pilih?
Kalau melihat nilai nominal, uang 102 juta lebih besar dari 100 juta. Tapi, sebenarnya tambahan uang 2 juta tidak layak ditunggu selama satu tahun. Uang 100 juta bisa digunakan untuk investasi dan lain sebagainya tanpa menunggu satu tahun.
Uang memiliki dua nilai yaitu nilai nominal dan nilai real. Nilai nominal adalah jumlah uangnya, sedangkan nilai real adalah daya beli uang. Setiap tahun, daya beli uang akan semakin menurun.
Contohnya pada tahun 1998, uang Rp. 100.000 bisa digunakan untuk membeli 40 burger MCdonals, sedangkan 2021, uang Rp. 100.000 hanya bisa beli 4 burger MCdonals. Itulah gambaran Time Value Of Money.
3. Investasi Konservatif vs Agresif
Investasi Konservatif adalah investasi dengan resiko kecil, sedangkan Investasi Agresif adalah investasi dengan resiko rugi yang tinggi.
High risk high return, semakin tinggi resiko investasi maka semakin tinggi kesempatan hasil yang bisa didapatkan.
Terdapat 5 jenis profil resiko investor sebagai berikut :
- Conservative. Tujuan utama adalah melindungi modal, walaupun kehilangan kesempatan mendapatkan return.
- Moderately Conservative. Tujuan utama adalah melindungi kebutuhan utama, tetapi rela menerima resiko untuk sedikit return.
- Moderate. Tujuan utama adalah untuk mengurangi resiko dan meningkatkan return yang setara.
- Moderately Agressive. Tujuan utama adalah untuk return jangka panjang dan rela menerima resiko yang signifikan.
- Aggresive. Tujuan utama adalah untuk memaksimalkan returrn dan bersedia menerima resiko rugi yang tinggi.
Resiko investasi bisa dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu usia, tujuan investasi, dan life style.
3. Defensive vs Growth
Ketika suatu peresahaan membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis, mereka bisa menggunakan dua cara yaitu utang dan ekuitas.
Biasanya instrumen investasi yang Defensive adalah instrumen utang karena memberikan fix return.
3.1 Defensive Return
- Deposito adalah produk yang dikeluarkan oleh bank dengan memberikan fix return sekitar 3-5%. Kelebihan deposito adalah returnnya jelas, dijamin oleh negara, dan mudah didapatkan. Sedangkan kekurangannya adalah return terbatas, kalah dengan inflasi, uang ditahan sampai jatuh tempo, dan pajak tinggi.
- Obligasi Retail adalah instrumen investasi berupa obligasi negara yang dijual kepada individu melalui pasar perdana. Kelebihan obligasi adalah return jelas, bunga tinggi, hak klaim pertama ketika emiten dilikuidasi, bisa dikonversi menjadi saham. Sedangkan kekurangannya adalah modalnya tinggi, jangka waktu lama lebih dari satu tahun, resiko maturity, rentang dengan perubahan suku bunga.
- Emas adalah logam mulia yang diperdagangkan secara terbuka dipasar investasi. Harga emas berbanding terbalik dengan harga saham. Investasi emas bisa digunakan untuk melindungi uang dari krisis keuangan. Kelebihan emas adalah mudah dicairkan, cenderung mengalami kenaikan harga setiap tahun, tidak pernah kehilangan value. Sedangkan kekurangannya adalah penyimpanan fisik susah, return rendah.
3. 2 Growth Return
- Reksadana (return 7-15% per tahun). Reksadana adalah instrumen investasi dimana kita menitipkan dana kepada manager investasi untuk dikelola. Reksadana terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Kelebihan reksadana adalah adanya manager investasi, bisa beli eceran, bisa dicairkan kapanpun. Kekurangan reksadana adalah adanya manager investasi, bergantung dengan kinerja manager investasi, resiko volatilitas pasar.
- Saham (return 10-20% per tahun). Saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan yang perjual belikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kelebihan saham adalah return tinggi, capital dividen, bisa beli eceran, tercatat sebagai pemilik perusahaan. Kekurangan saham capital loss, volatilitas pasar atau keadaan ekonomi, hak klaim paling terakhir, perusahaan didelesting dari BEI.
- P2P Lending (return 12-20% per tahun). P2P Lending adalah sebuah platform yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana (pembisnis/umkm) dengan pihak kelebihan dana (kreditur). Kelebihan P2P Lending adalah bunga tinggi, dipertemukan dengan peminjam, ikut membantu umkm. Sedangkan kekurangannya adalah resiko tinggi, identity theft dari peminjam, dan tutupnya P2P Lending.
Sumber : Ternak Uang


%202.png)
%202.png)
Komentar
Posting Komentar