Hukum Ohm - Electronika

Hukum Ohm



Pengertian

        Hukum Ohm merupakan pernyataan tentang suatu hubungan antara tegangan listrik (V), arus listrik (I) dan hambatan listrik (R). Pada hukum ohm, hambatan dinyatakan berbanding lurus dengan tegangan serta berbanding terbalik dengan arus listrik. Artinya jika suatu hambatan listrik besar maka tegangan juga besar dan arus listriknya mengecil.

Bunyi Hukum Ohm

"Besar arus yang mengalir (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau konduktor akan lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)".


Rumus Hukum Ohm

V = R x I

I  = V/R

R = V/I

Keterangan :

V  : Beda Potensial (Tegangan) satuan Volt

I   : Arus Listrik satuan Ampere (A)

R : Hambatan satuan Ohm


Catatan : V adalah Beda Potensial diantara kedua ujung sebuah R




Contoh Soal

1. Berapa arus yang mengalir pada rangkaian tersebut?


Jawab:

I = V/R

R Total : R Seri + R Paralel

R Seri
4k + 3k = 7k 

R Paralel
1/R = 1/10k + 1/10k
1/R = 2/10k
R    = 5k

R Total = 7k + 5k
             = 12k


I = V/R
I = 12/12k
I = 0,001 Ampere






2.  Berapa Tegangan  pada titik tersebut?
Jawab :

V = R x I

I = V/R

R Total = 4k + 3k +5k
             = 7k + 5k
             = 12k


I = V/R
  = 12V/12K
  = 0,001 A

V = R x I

R Paralel
1/R = 1/10k + 1/10k
1/R = 2/10k
R    = 5k

R Total = 5k + 3k
            = 8k

V = R x I
   = 8k x 0,001
   = 8 Volt





3. Berapa nilai R4 yang memenuhi?
Jawab :

R = V/I

V (Beda Potensial) = Va - Vb

V = 12V - 10V
   = 2 Volt

I = V/R
I = 2/4k
I = 0,0005 A

R Paralel = 5k

R paralel + R4 = V/I
5k + 4k = 12V/0,0005 A
R4 = 24k - 15k
R4 = 15k Ohm





Page 1 || Page 2 ||  Page 3 || Page 4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intermediate Technikal Analysis

Personal Finance - TERNAK UANG by Raymond Chin

Kebiasaan Kecil untuk Perubahan Besar – James Clear