Bersaing dengan Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat telah membuktikan bahwa Era robotic akan segera kita rasakan dalam waktu dekat. Tentu saja hal tersebut akan menjadi masalah baru bagi Generasi Z dalam mencari lapangan pekerjaan. Kita bukan hanya bersaing dengan sesama manusia, tetapi bersaing juga dengan teknologi Kecerdasan Buatan.
Jutaan pekerjaan dimasa depan akan digantikan oleh teknologi
robotic. Para robot bisa bekerja 24 jam sehari tanpa demo minta naik gaji. Satu
teknologi robot dapat bekerja lebih cepat dan lebih efektif daripada 10 tenaga
manusia. Para robot dapat mengerjakan semua pekerjaan technical yang rumit
hanya dengan meng-update system yang digunakan. Apalagi hanya sekedar pekerjaan
fisik dengan algoritma sederhana.
Pada tanggal 19 Agustus 2021 Elon Musk baru saja
mempresentasikan perencanaan robot buatan yang bernama Tesla Bot. Berdasarkan
presentasi tersebut Elon Musk memperkirakan
Tesla Bot akan dirilis sekitar tahun 2022. Tesla Bot tersebut mungkin akan
menjadi salah satu robot canggih yang bekerja berdasarkan teknologi Kecerdasan
Buatan. Tentu saja tujuan utama penciptaan Tesla Bot adalah untuk mempermudah
pekerjaan manusia. Namun, apa iya teknologi Kecerdasan Buatan benar-benar akan
mempermudah pekerjaan manusia? Atau justru teknologi tersebut bisa menjadi boomerang
tersendiri di masa depan?
Saat ini kita sedang berada dalam masa transisi revolusi industry
4.0 menuju revolusi selanjutnya yaitu Era Artificial Intelligence (Kecerdasan
Buatan) dan Era Robotic. Sejarah telah membuktikan bahwa setiap perubahan revolusi
banyak sekali orang yang tidak dapat beradaptasi hingga kehilangan pekerjaan
mereka. Contohnya tukang ojek manual yang mulai kehilangan pekerjaannya akibat
munculnya ojek online yang merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0.
Bahkan mungkin beberapa tahun kedepan ojek online juga bisa tergeser akibat
adanya teknologi Kecerdasan Buatan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
penggunaan kendaraan otonom dan drone robotic yang mulai digunakan di negara-negara
maju.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat mungkin dapat mengambil
alih seluruh pekerjaan manusia dalam bidang apapun. Bahkan yang lebih
mengerikannya lagi, hal tersebut dapat terjadi pada beberapa tahun kedepan.
Elon Musk menciptakan Tesla Bot telah mempercepat waktu
untuk menuju era robotic. Padahal beberapa tahun yang lalu, Elon Musk adalah
salah satu orang yang aktif dalam menyuarakan bahayanya Kecerdasan Buatan yang
dapat berpotensi menggantikan umat manusia. Tapi kenapa sekarang malah dia yang
mempercepat hal tersebut? Bisnis adalah bisnis.
Rencananya Tesla Bot ini akan dijual dengan harga murah agar banyak industri yang menggunakannya. Walaupun begitu, versi sempurna dari Tesla Bot ini tidak akan dipasarkan dalam waktu dekat. Hal tersebut dikarenakan banyak regulasi rumit yang akan kita hadapi jika Tesla Bot telah diproduksi secara massal. Mulai dari guncangan perekonomian, berkurangnya lapangan pekerjaan, hingga nasional security. Tapi setidaknya dengan diumumkannya Tesla Bot dalam waktu dekat telah menjadi salah satu tanda menuju era baru yang cukup Revolusioner yang akan mengubah dunia kita selamanya.
Apa yang tidak ada saat ini bukan berarti tidak akan ada.
Teknologi saat ini merupakan salah satu hal yang dianggap gila pada masa lalu. Teknologi canggih yang kita bayangkan saat ini mungkin dapat menjadi era teknologi masa depan yang
belum terwujud.
Cara kerja Kecerdasan Buatan sangat mirip dengan tahapan manusia dari bayi hingga dewasa. Mereka belajar sedikit demi sedikit hingga tercipta kecerdasan dengan sendirinya. Teknologi Kecerdasan Buatan dapat belajar jauh lebih cepat daripada manusia. Secara rasional mereka dapat menjadi jauh lebih pintar daripada seorang manusia.
Masa depan memang penuh dengan ketidakpastian. Namun hal pasti yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menjadi manusia sejati yang siap menghadapi segala situasi.


Komentar
Posting Komentar