Rangkuman Buku QUIT by Annie Duke

Terkadang kita dihadapkan dengan pilihan antara bertahan atau berhenti. 

Bertahan pada sesuatu yang salah, hanya akan membuang waktu. Hidup ini terlalu singkat untuk bertahan pada sesuatu yang tidak bernilai. Namun, berhenti dari suatu hal juga bukanlah hal yang mudah. Berhenti dapat memberikan resiko besar. Tapi, berhenti juga dapat membuat kita menemukan kesempatan yang lebih baik. 

Kita harus bisa memilih jalur yang tepat untuk dipertahankan.  Berikut ini adalah rangkuman Buku Quit by Annie Duke tahun 2022. 



PANDANGAN TENTANG BERHENTI

Banyak orang terkenal mengatakan bahwa "Orang yang berhenti tidak akan pernah menang, dan pemenang tidak pernah berhenti".

Secara alamiah, orang yang berhasil dalam suatu hal adalah orang yang mampu bertahan melakukan hal tersebut. Namun jika kita memandang ke depan, pernyataan itu belum tentu benar. Kesuksesan tidak terletak pada bertahan melakukan sesuatu. Kesuksesan terletak pada memilih sesuatu yang tepat untuk dipertahankan. 


BERHENTI ITU PENTING

Berhenti adalah keahlian penting dalam pengambilan keputusan. Terkadang, pengambilan keputusan merupakan persoalan hidup dan mati. Seperti kisah sekelompok pendaki Gunung Everest bernama Hutchison, Taske, dan Kasische. Ketika seorang pendaki memutuskan untuk berhenti mendaki saat cuaca buruk, mereka bisa terhindar dari kematian. Sedangkan seorang pendaki yang pantang menyerah dan terus melanjutkan perjalanan ketika cuaca buruk, mereka justru kehilangan nyawa.

Berhenti terkadang adalah cara terbaik untuk menang dalam jangka panjang. Berhenti adalah sarana agar kita dapat bereaksi terhadap dunia yang terus berubah. Memilih opsi berhenti akan membuat kita menjelajah dunia lebih luas, belajar lebih banyak, dan menemukan hal yang tepat untuk dipertahankan.


WAKTU UNTUK BERHENTI

Waktu yang paling sulit untuk mengambil keputusan berhenti adalah ketika kita sudah terjerumus pada suatu hal. Untuk itu, kita harus merencanakan pengambilan keputusan sebelum kita terjerumus pada suatu hal. 

Berhenti membutuhkan kemampuan untuk mengintip masa depan yang mungkin terjadi. Sebenarnya masa kini mengandung petunjuk petunjuk untuk mengetahui seperti apa masa depan akan terjadi. Kita cenderung mengabaikan pentunjuk masa kini yang memperlihatkan keadaan yang sebenarnya. 

Jika kita terus menerus bertahan pada jalur yang tidak layak untuk ditempuh, maka jalur tersebut akan membawanya pada kegagalan. Jika kita bertahan pada sesuatu yang salah, kita akan kehilangan kesempatan yang lebih baik. Setiap kali kita mengerjakan sesuatu ketika ada kesempatan yang lebih baik diluar sana, ketika itulah kita memperlambat kemajuan. 

Keputusan untuk berhenti adalah keputusan nilai harapan. Dengan menggunakan nilai harapan, kita dapat mengetahui apakah jalan yang ditempuh layak untuk dipertahankan. Untuk menentukan nilai harapan dari suatu tindakan, kita harus mengidentisikasi berbagai hasil yang mungkin terjadi pada masa depan. Berpikir menurut nilai harapan ibarat menjelajah waktu ke masa depan untuk mengintip berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi pada masa depan. 


TEORI PROSPEK

Teori Prospek adalah model yang memperlihatkan cara orang mengambil keputusan dengan mempertimbangkan resiko, ketidakpastian, dan kerugian. Salah satu temuan dalam Teori Prospek adalah loss aversion atau penghindaran kerugian. Manusia cenderung memilih untuk menghindari kerugian daripada mengambil suatu peluang yang tidak memberi kepastian.

Ada juga istilah sure loss aversion. Sure loss aversion adalah kecenderungan untuk tidak menghentikan sesuatu yang telah kita mulai walaupun telah mengalami kerugian besar. Dengan kata lain, manusia cenderung lebih memilih bertahan ketika dalam keadaan rugi. 


ESKALASI KOMITMEN

Ketika dalam keadaan rugi, kita ingin menambah usaha kita untuk mencapai suatu tujuan. Kecenderungan ini disebut eskalasi komitmen. Eskalasi komitmen bersifat kuat dan universal, terjadi pada semua individu, organisasi, dan entitas pemerintahan. Kita semua cenderung terperangkap dalam tindakan kita setelah memulainya. 

Eskalasi komitmen tidak hanya terjadi pada situasi beresiko tinggi, tetapi juga ketika resikonya rendah. 


BIAYA HANGUS

Ketika kita telah mengorbankan uang, waktu, tenaga, dan pikiran pada suatu hal, kita cenderung mempertahankan hal tersebut. Semakin banyak biaya yang kita keluarkan untuk suatu hal, maka kita akan semakin keras untuk bertahan. Efek biaya hangus membuat orang semakin bertahan. Kita menolak berhenti sebab tidak ingin kehilangan sesuatu yang telah kita korbankan.

Mengetahui tentang efek biaya hangus saja tidak cukup. Mengetahui dan melakukan adalah dua hal yang berbeda. Sangat sulit untuk mengabaikan biaya hangus ketika mengambil keputusan tentang berhenti. 

Seorang pengambil keputusan yang sangat rasional tidak akan mempertimbangkan biaya yang telah dikorbankan pada masa lalu. Mereka hanya akan mempertimbangkan keuntungan pada masa depan.


KATAMARI

Saat kita mulai berusaha mencapai sesuatu, maka kita mulai memberikan uang, waktu, tenaga, dan pikiran. Semakin kita menumpuk biaya, semakin susah untuk ditinggalkan.

Seperti bola katamari, semakin lama menggelinding maka semakin besar. Semakin lama kita memberikan usaha pada suatu hal maka semakin keras untuk bertahan.

Semakin lama kita menunggu, semakin kita tidak ingin berpindah, Seperti itulah kita terperangkap.

 

MONYET DAN TUMPUAN

Tidak ada gunanya membangun tumpuan jika kita tidak bisa melatih monyetnya. Model pemikiran ini mengingatkan kita bahwa ketika memulai sesuatu, lebih baik kita menyelesaikan permasalahan yang sulit terlebih dahulu. Pahami terlebih dahulu bagian tersulit, kemudian cobalah mengatasinya secepat mungkin. 

Ketika kita menyadari bahwa jalan yang kita lalui benar-benar tidak bisa dilalui, lebih baik kita memilih jalan lain. Semakin cepat kita mengetahui kapan harus meninggalkan sesuatu, semakin cepat kita bisa menggantinya dengan hal yang lebih baik. 


KRITERIA PEMBATALAN

Sebelum kita memulai sesuatu, lebih baik kita membuat kriteria pembatalan terlebih dahulu. Kriteria pembatalan ini berisi tentang pernyataan yang bisa membuat kita berhenti dari suatu hal. Kriteria pembatalan terbaik harus menggabungkan waktu dan keadaan. Berikut ini contoh kriteria pembatalan :
"Jika dalam waktu satu tahun bisnis ini tetap rugi, maka akan berhenti"
"Jika dalam satu tahun hubungan ini tidak pernah harmonis, maka akan berhenti"
"Jika dalam waktu satu tahun tidak naik gaji, maka akan berhenti"

Kriteria pembatalan dapat diterapkan dalam berbagai hal dalam kehidupan. Kriteria pembatalan harus dibuat sebelum kita mengadapi sebuah keputusan berhenti. Menerapkan kriteria pembatalan dapat menjadi tindakan bernilai agar pengambilan keputusan menjadi lebih rasional dan efisien. 

Untuk membuat kriteria pembatalan, kita bisa membayangkan suatu kegagalan dimasa depan kemudian mencoba mengetahui penyebabnya. Ini disebut premortem. Premortem adalah memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa depan. 

Kriteria pembatalan dibuat sebelum kita memulai sesuatu. Kita bisa menentukan kriteria pembatalan sebelum menerima posisi dalam sebuah perusahaan, sebelum memutuskan jurusan kuliah, sebelum memulai sebuah hubungan, sebelum memulai bisnis, dan sebagainya. 


EFEK ENDOWMEN DAN STATUS QUO

Efek Endowmen adalah efek kepemilikan. Ketika kita memiliki sesuatu, kita akan lebih menghargainya daripada sesuatu yang bukan milik kita. Kita akan lebih khawatir kehilangan sesuatu yang kita miliki daripada mendapatkan sesuatu yang bukan milik kita. Memutuskan untuk berhenti dari suatu hal berarti meninggalkan kepemilikan. 

Status Quo adalah jalan yang kita tempuh. Status quo akan membuat kita semakin bertahan pada sesuatu yang sedang kita jalani. Kita cenderung menolak untuk melenceng dari jalur yang sedang kita jalani. Status quo berkaitan dengan biaya hangus seperti uang, waktu, tenaga dan pikiran. Kita takut mengubah keadaan karena ingin menghindari kerugian.


IDENTITAS DIRI

Hal tersulit untuk ditinggalkan adalah identitas diri sendiri. Sesuatu yang telah kita lakukan sepanjang waktu, sangat sulit untuk ditinggalkan karena sudah menjadi identitas kita. Kita ingin identitas kita menjadi konsisten sepanjang waktu. 

Selain itu, kita juga khawatir terhadap penilaian buruk dari orang lain ketika kita memutuskan berhenti dari identitas yang kita miliki. Kita ingin orang lain memandang kita sebagai orang yang konsisten. Hal tersebut akan membuat kita semakin melekat pada identitas yang kita miliki. Ketika kita mengambil keputusan yang ekstrem, kita akan memperluas jarak dengan banyak orang. 

Kekhawatiran kita terhadap pendapat orang lain hanyalah sampah yang selalu kita bawa dalam pikiran.

Jadilah selektif dalam memilih sesuatu yang layak dipertahankan. Bertahanlah pada hal-hal penting yang membawakan kebahagiaan dan membawa kita pada tujuan. Berhentilah melakukan hal yang memperlambat diri. 

 

DISONANSI KOGNITIF

Bayangkanlah bahwa kita meyakini diri sebagai orang jujur, dan pada suatu hari kita terpaksa berbohong. Kebohongan akan berkonflik dengan keyakinan kita sebagai orang jujur. Ini menciptakan disonansi. Kita akan membenarkan kebohongan yang kita lakukan karena kita meyakini bahwa kita orang jujur. 


OPTIMISME DAN PSIMISME

Optimisme adalah keyakinan positif yang membawa kita pada pencapaian. Optimisme adalah jalan menuju kekuatan sedangkan psimisme menuju kelemahan. 

Kepercayaan diri yang delusional mungkin ada manfaatnya. Optimisme membuat kita bertahan dalam hal-hal yang bernilai, tetapi optimisme juga membuat kita mempertahankan hal-hal yang tidak bernilai. Dan hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal yang tidak bernilai. 


PEMBIMBING

Kita bisa meminta bantuan seseorang untuk membantu kita dalam membuat sebuah keputusan. Kita bisa meminta pendapat dari seseorang yang benar-benar kita percaya. Carilah seseorang yang jujur dan terbuka untuk menyampaikan kebenaran yang menyakitkan. 

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan melakukan hal-hal yang tidak berarti. Kita membutuhkan orang yang bersedia memberi tahu jalan yang benar.


TIDAK SEMUA SEMUT BERBARIS

Dalam hidup ini, kita harus melakukan eksploitasi dan ekplorasi secara seimbang. Eksploitasi berarti bertahan dan memanfaatkan kesempatan yang telah kita miliki. Sedangkan eksplorasi adalah mencoba melakukan hal baru yang belum pernah kita lakukan.  

Tidak semua rencana bisa berjalan sesuai rencana. Dunia ini berjalan dengan ketidakpastian dan kita harus mempunyai rencana cadangan agar bisa bertahan hidup. Dengan melakukan eksplorasi, kita bisa menemukan rencana cadangan. Terkadang rencana cadangan bisa menjadi rencana utama. 

Alangkah baiknya jika manusia mengikuti teladan semut yang selalu melakukan eksplorasi dan eksploitasi. Kita semua sebaiknya memperbanyak kesempatan, minat, dan keahlian. 


BERHENTI SECARA TERPAKSA

Terkadang, dunia menghentikan kita dari sesuatu secara paksa. Jelas, rasanya sangat menyakitkan ketika keputusan untuk berhenti bukan keputusan kita sendiri. Namun, kita semua bisa bangkit sendiri, menepis debu dari badan, dan melakukan hal baru untuk dikerjakan.  Terkadang, ketika kita terpaksa berhenti,  kita dapat mengeksplorasi kesempatan baru yang lebih baik dari sebelumnya.


RABUN JAUH AKIBAT TUJUAN

Garis finis adalah sesuatu yang lucu. Garis finis menciptakan pilihan antara gagal dan sukses. Proses di sepanjang perjalanan menjadi tidak ternilai. 

Pada satu sisi, tujuan dapat menjadi sesuatu yang efektif, karena bisa memotivasi kita untuk berjuang. Namun pada sisi lain, tujuan juga dapat mencegah kita untuk berhenti saat keadaan buruk. Garis finis dapat membuat kita tidak peduli dengan apa yang terjadi di dunia atau apa yang terjadi pada tubuh kita. Tujuan bersifat tetap, sedangkan situasi dunia dapat berubah. 

Setiap tujuan memerlukan kriteria pembatalan. Kita bisa membuat suatu kriteria yang bisa menghentikan kita dari tujuan. Dengan adanya kriteria pembatalan maka kita akan terhindar dari eskalasi komitmen yang negatif. 

Pandangan bahwa sukses hanya ditakar dari menembus garis finis adalah pandangan yang sangat kaku. Kita harus lebih fleksibel dalam mengevaluasi kesuksesan dan kegagalan. Sukses bukan hanya tentang mencapai garis finis. Mengambil keputusan yang tepat juga merupakan kesuksesan. 

Tujuan dapat menyebabkan rabun jauh yang membuat kita tidak mampu melihat kesempatan-kesempatan lain. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intermediate Technikal Analysis

Personal Finance - TERNAK UANG by Raymond Chin

Kebiasaan Kecil untuk Perubahan Besar – James Clear